BANJARMASIN — Semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kembali digaungkan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Jefrie Fransyah, S.H., M.H., turut menghadiri Pembukaan World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kampus Banjarmasin pada Selasa (18/8/2026).

Kegiatan skala nasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. Dalam sambutannya, beliau menekankan krusialnya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang kuat, terpadu, dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai tidak hanya efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak langsung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.


Memerdekakan Sampah Bersama Generasi Muda

Mengusung tema “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Memerdekakan Sampah”, momentum WCD 2026 menjadi pemantik bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kolektif serta mendorong aksi nyata dalam menghadapi tantangan persampahan urban saat ini.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan pejabat tinggi turut menegaskan komitmen bersama terhadap isu lingkungan ini. Hadir dalam Pembukaan WCD 2026 antara lain:

  • Ichrom Muftezar, S.STP., M.Si. (Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin) mewakili Wali Kota Banjarmasin.

  • Dinansyah, S.Sos., M.M. (Asisten Administrasi Umum Setda Prov. Kalsel) mewakili Gubernur Kalimantan Selatan.

  • Rahmat Prapto Udoyo, S.Hut., M.P. (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel).

  • Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion / Wilayah II Kalimantan.

  • Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

  • National Leader World Cleanup Day Indonesia.

  • Serta jajaran pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait.





Aksi Nyata: Plogging dan Pemilahan Sampah

Tidak hanya sekadar seremoni pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan aksi aksi lapangan secara simultan. Para pejabat bersama mahasiswa, komunitas pegiat lingkungan, dan masyarakat luas turun langsung melakukan aksi pemilahan sampah, plogging (jogging sambil memungut sampah), serta bersih-bersih di area sekitar Kampus ULM Banjarmasin.

Partisipasi aktif Kepala DLH Kota Banjarmasin beserta jajaran Pemko Banjarmasin menegaskan bahwa penanganan masalah sampah membutuhkan edukasi yang konsisten dan pembiasaan sejak dari sumbernya.

Komitmen Bersama untuk Banjarmasin Bersih

Melalui momentum ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan warga adalah kunci utama mewujudkan kota yang ramah lingkungan.

“Mari bergerak bersama. Mulai dari langkah kecil dari rumah dan lingkungan sekitar, untuk mewujudkan Banjarmasin yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.”

(KND, EDITED)